Mengenal Potensi Kemaritiman dan Pantai di Indonesia

Author: Ing. Muhammad Gibran, S.T., M.Sc. (Coastal and Environmental Engineering, National Oceanography Centre, University of Southampton, the UK)

shadow

Setelah Kerajaan Belanda mengklaim Oost Indie (Hindia Timur atau Indonesia) sebagai wilayah koloninya, hal yang pertama dilakukan oleh Pemerintah adalah memperkuat armada laut, menetapkan perbatasan maritim dan menjaganya dengan ketat di berbagai penjuru. Mengapa maritim menjadi prioritas utama? Tujuannya hanya satu, yaitu agar pemerintah Inggris, Perancis, dan Spanyol tidak memasuki wilayah Indonesia lalu menyadari betapa kaya tanah dan isi lautan kita.

Saat Dutch Royal Family pecah dari kerajaan Belgium dan berdiri sendiri pada tahun 1815, dikatakan bahwa sebagian besar kekayaannya berasal dari Hindia Timur; sampai-sampai dalam koran De Groene Amsterdamer yang terbit pada tanggal 14 Oktober 1906 diilustrasikan bahwa Hindia Timur adalah sumber kemakmuran yang tak ternilai harganya.

Goresan seni oleh Joh.Braakensiek yang mengilustrasikan Imperium Belanda sedang merangkai gugusan kepulauan Hindia Timur. Bagian bawah ilustrasi bertuliskan Nederland’s Kostbaarst Sieraad yang artinya Perhiasan yang Tak Ternilai milik Belanda.

Saya sendiri pernah berdiskusi dengan salah satu engineer Belanda sewaktu saya sekolah di Groningen dulu, beliau menjelaskan bahwa semua ballast kayu yang digunakan untuk bantalan rel kereta api di Belanda berasal dari Kalimantan dan Sulawesi yang secara massif dikirim pada era tahun 1920an. Tambahnya, gedung-gedung megah hingga pembuatan dam dan polder semuanya didanai semata-mata dari pengelolaan dan ekspor hasil tani Indonesia. Hingga akhir tahun 1940an, Gubernur Belanda kala itu mendapatkan pemasukan yang sangat besar dengan memperluas Industri maritim, seperti: offshore industries (eksplorasi minyak dan gas bumi), industri pelabuhan dan perkapalan, industri perikanan, dan industri kilang di zona pesisir. Sejak saat itu, saya semakin tertarik untuk berdiskusi dengan para senior di Belanda, dan sejak saat itu pula kekaguman saya terhadap Indonesia mulai terpupuk.

Lalu seberapa kaya Indonesia? Tulisan ini hanya mengulas potensi kekayaan dan isu-isu seputar dunia maritim Indonesia saja dan alasan mengapa kita harus memperhatikan laut dan pantai. Dua per tiga wilayah Indonesia adalah lautan, dan semua provinsi di Indonesia memiliki lahan yang berbatasan langsung dengan laut (wilayah pesisir). Panjang garis pantai di Indonesia jika di total dapat mencapai panjang lebih dari 80 ribu km (dua kali lipat panjang lingkar katulistiwa bumi); namun kekayaan maritim kita belum termanfaatkan dengan baik.

Banyak dari kita belum menyadari akan potensi besar yang kita miliki karena pelajaran mengenai dunia coastal environment, marine dan maritim hanya mendapatkan porsi yang sedikit di bangku sekolah. Selama ini kita hanya menitikberatkan potensi atau pembangunan yang berada di darat saja; ini adalah sesuatu yang pincang. Selayaknya, dunia maritim Indonesia perlu mendapatkan porsi lebih dalam bangku sekolah/kuliah; sebab, jika wilayah kelautan dan pesisir Indonesia dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan untuk masyarakat. Bahkan lebih hebatnya lagi, pemerintah Indonesia tidak perlu lagi memungut pajak dari rakyatnya sebagai pemasukan negara; hanya dengan mengandalkan laut saja, Indonesia bisa sangat makmur.

Berikut kita ulas sebagian kecil POTENSI MARITIM di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Sumber tambang tertentu,

Di dasar laut, terutama pada lereng kontinen (continental shelf) ditemukan berbagai sumber mineral dan logam seperti tembaga, pasir silika, hingga emas yang terbawa dari aliran sungai atau aktifitas tektonik dari perut bumi. Jumlahnya bervariasi dari mulai sebaran yang sifatnya random sampai pada deposit masif berupa lapisan geologi.

Ilustrasi Penambangan Bijih Emas pada perairan dalam. (sumber: www.austmine.com)

Ilustrasi pertambangan laut di laut dangkal. (sumber: sccs.org.uk)

Ilustrasi Penambangan Bawah Laut Merah, Saudi Arabia (sumber: greenprophet.com)

 

2. Energi dan eksplorasi,

Di dasar laut terdapat sumber energi utama untuk keberlangsungan aktifitas manusia; seperti minyak dan gas. Di Indonesia selama ini tidak kurang dari 14 ribu sumur minyak dan gas di Indonesia yang telah termanfaatkan yang sebagian besar berada di lepas pantai. Beberapa perusahaan asing bermula dari kegiatan eksplorasi dan pengeboran minyak di Indonesia seperti Inpex Japan, Royal Dutch Shell, dsb. Selain itu wilayah tepian laut juga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tenaga gelombang dan angin seperti halnya di Eropa.

Ilustrasi Explorasi Migas di perairan dalam yang pernah dikembangkan di Indonesia. (sumber: BOEM).

 

3. Transportasi laut,

Laut merupakan sarana transportasi air yang paling efficient untuk mengangkut barang dan manusia secara masif. Dengan kapal, biaya pengangkutan biaya pengangkutan antar pulau menjadi sangat hemat; jauh lebih hemat daripada pesawat, kereta api, atau kendaraan darat yang menyeberang melalui tunnel atau jembatan. Sedangkan pantai atau sungai biasanya dimanfaatkan untuk berlabuhnya kapal penganggkut; dimana semua aktifitas pelabuhan akan bernilai ekonomis dan menjadikan multiplier effects bagi masyarakat disekitarnya.

Illustrasi Industri Shipping (sumber: www.joc.com)

Dibden Terminal dan Warehouse Business, Southampton, the UK. (sumber: Microsoft). Indonesia masih sangat membutuhkan fasilitas pelabuhan untuk mendukung perdangan dan sirkulasi logistic. Ini adalah infrastruktur yang urgent dibutuhkan untuk mendukung program tol laut.

 

4. Perikanan,

Perairan Indonesia merupakan sumber ikan terbesar; salah satu ikan favorit di Eropa yang berasal dari Indonesia adalah Yellowfin Tuna. Species ikan terbaik ini sangat banyak terdapat di Indonesia, per ekornya bernilai hingga delapan puluh juta rupiah (atau sekitar USD10.- per kilo-nya). Namun sayangnya justru orang luar negeri yang lebih banyak menikmatinya. Selain itu banyak jenis tuna mahal seperti Bluefin Pacific dan juga puluhan jenis ikan lain yang dapat ditangkap di perairan Indonesia.

Ukuran umum Yellowfin Tuna di perairan tropis; jenis ikan ini sangat banyak ditemukan di perairan Indonesia. (sumber: grindtv.com)

 

5. Pertanian laut (budidaya),

Banyak sekali produk pertanian pesisir yang sangat diminati di dunia Internasional; contohnya saja rumput laut (seaweed/nori) yang bisa tumbuh subur di perairan Indonesia. Selain itu wilayah pesisir juga bisa ditanami jenis buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat tertentu.

Panen rumput laut di perairan Indonesia (sumber: portalexport.wordpress.com)

Panen Rumput Laut di Perairan Indonesia (sumber: trekearth.com)

 

6. Pariwisata,

Perairan Indonesia kaya akan terumbu karang dan aneka species di dalamnya; kondisi ini merupakan potensial pariwisata dunia. Kegiatan yang dapat dikembangkan di Lautan Indonesia antara lain: marina, diving, snorkelling, surfing, sailing, fishing, dan lain sebagainya.

Figure Marina Vauban Antibes, salah satu pelabuhan yacht terbesar di Perancis. Potensi semacam ini bukan mustahil di kembangkan di Indonesia. (foto: www.mooringspot.com)

7. Bagian penting dari stabilitas suhu udara dan siklus cuaca,

Dalam ilmu meterologis dan geofisika, laut merupakan bagian penting dalam siklus air. Air laut merupakan sumber utama kondensasi awan basah di udara, yang kemudian dapat menjadi hujan. Sedangkan air hujan merupakan sumber bagi air sungai dan air tanah yang selanjutnya membawa kehidupan bagi semua mahluk yang ada di daratan. Karena keberadaannya, lautan di Indonesia telah menjadikan kondisi suhu udara di Indonesia relative stabil; yaitu, tidak pernah mengalami cuaca yang ekstrim ataupun musim paceklik seperti halnya kondisi di gurun pasir, ataupun wilayah di tengah benua.

8. Tempat pembuangan akhir (endapan CO2 dan limbah lain),

Dasar laut memegang peranan penting dalam siklus karbon (carbon dynamics) terutama pada proses pengendapan karbon dioksida (CO2). Kondisi karbon pada suatu masa dapat diteliti kembali dengan mengambil sample deposit karbon dari dasar laut.

Ilustrasi Carbon Dynamics yang terjadi di lautan. Sumber: University of Washington.

Ilustrasi proses recycling carbon dari urban area dan pertanian, serta proses sedimentasi yang terjadi di lingkungan pantai. (sumber: www.seos-project.eu)

9. Sumber cadangan oksigen dan air,

Seperti yang tertera pada poin 7, air laut secara tidak langsung merupakan sumber utama air hujan dan air tanah. Selain itu, air laut juga menyimpan cadangan oksigen bagi bumi.

10. Sebagai laboratorium alam dan sarana pendidikan,

Dunia bawah laut hingga saat ini masih menjadi misteri bagi manusia; banyak sekali ilmuwan yang sudah meneliti tentang laut, namun, belum semua terungkap. Banyak hal yang bisa dipelajari, dan hingga saat ini wilayah lautan di bumi belum sepenuhnya terjelajahi. Masih banyak peranan laut, ataupun sistem yang terjadi di laut yang belum bisa terjangkau oleh ilmu pengetahuan modern sekalipun; contohnya saja dari proses marine geology, lapisan sedimen, aktifitas tectonic bawah laut, hingga aktifitas migrasi species ikan tertentu pada musim tertentu. Karena itu, lautan Indonesia merupakan lahan riset, laboratorium alam terbesar yang kelak berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

11. Tempat pelatihan militer.

Lautan Indonesia sangatlah luas, dimana perairan dan wilayah dirgantaranya dapat digunakan untuk pelatihan kemiliteran secara maksimal, baik itu angkatan laut maupun angkatan udara. Pelatihan diwilayah perairan sangat berguna untuk menjaga garis perbatasan.

 

Sedangkan ESENSI dari PANTAI dan ZONA PESISIR antara lain:

1. Tempat pertemuan daratan dan lautan

a. Transportasi Laut dan Tempat sebagian besar infrastruktur berada.

Mungkin belum sepenuhnya kita sadari bahwa wilayah pesisir merupakan tempat dimana hampir semua kota besar di dunia berada. Tempa dimana hampir semua kegiatan perekonomian dilakukan. Pasalnya, berada di wilayah pesisir menyediakan akses terbaik untuk pendistribusian komoditi dagang dari-dan-ke seluruh dunia. Contohnya Istanbul, Rotterdam, Lisbon, Kairo, Shanghai, Tokyo, Singapore, London, Jeddah, dsb; yang mana mereka menjadi wilayah ekonomi superpower karena memiliki lokasi pelabuhan yang strategis. Karena adanya pelabuhan dan akses laut yang mudah, maka perdagangan menjadi lebih mudah dilakukan, dan akibatnya semakin banyak orang yang memilih tinggal di wilayah pesisir. Inilah cikal bakal berkembangnya peradaban kota-kota besar di dunia.

b. Industri yang berkaitan dengan pantai.

Terdapat banyak lokasi industri yang berada di wilayah pesisir, terutama industri yang sumber bahan-bakunya berasal dari lautan atau karena kemudahan akses distribusi barang-barang industri melalui jalur laut. Contoh industri yang berada di wilayah pesisir adalah industri perkapalan, pengolahan dan storage minyak dan gas, warehouse dan logistics, industri pengalengan ikan, industri pariwisata, heavy metal industry, dsb. Dilihat dari accessibility-nya, area pesisir merupakan wilayah yang sangat bernilai ekonomis.

2. Habitat bagi vegetasi pesisir dan ekosistem muara (estuary),

Pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan, dan juga sebagian besar wilayah pesisir merupakan lahan basah dimana air tawar bercampur dengan air laut. Pada kadar garam (salinity) tertentu, tanaman bakau dapat tumbuh. Tanaman ini merupakan vegetasi khas pesisir yang sangat bermanfaat; baik dari segi ekosistem lahan basah maupun dari segi proteksi pantai. Telah banyak terbukti bahwa jajaran vegetasi bakau dapat secara efektif meredam hantaman gelombang tsunami; yang mana hal ini sangat berperan dalam melindungi suatu wilayah dari kerusakan dan juga erosi garis pantai. Selain bakau, pada pertemuan sungai dan laut, terdapat ekosistem muara (estuary), dimana wilayah ini merupakan tempat berkembang biaknya beberapa species ikan tertentu. Area estuary juga bernilai ekonomis karena dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan maupun pariwisata.

3. Area pariwisata, bisnis, and real estate,

Banyak kawasan pesisir menjadi kawasan elit untuk kegiatan bisnis, pariwisata, dan real estate, karena wilayah ini menyajikan pemandangan laut yang luar biasa. Nilai kawasan pesisir biasanya berlipat-ganda jika dikelola dengan baik.

4. Riset dan Pendidikan.

Banyak hal yang bisa diteliti dan dikembangkan di wilayah pesisir karena pada dasarnya pantai menyimpan segudang potensi. Indonesia memiliki tak kurang dari 80 ribu kilometer garis pantai, namun hanya sedikit yang termanfaatkan. Itu artinya, masih banyak riset yang perlu dilakukan untuk menggali semua potensi yang terdapat pada pantai.

Pada uraian diatas telah disampaikan mengenai sebagian potensi laut dan pantai secara umum. Artikel ini dibuat sebagai usulan kepada pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dalam menentukan kurikulum mata pelajaran di sekolah, kedepannya dapat memasukkan materi mengenai dunia maritim dan pesisir Indonesia dengan bobot paling tidak 50% dari total semua mata pelajaran. Hal ini diharapkan agar generasi mendatang dapat mengolah potensi yang luar biasa besarnya dari dunia maritim Indonesia, dan kelak menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Namun sebaliknya, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pantai dan laut dapat berdampak pada rusaknya lingkungan ekosistem pesisir. Para pengembang pantai dan pelaku bisnis offshore menjadi kurang aware tentang sistem alam yang terjadi di laut; akibatnya semakin banyak kerusakan pantai seperti erosi dan sedimentasi yang berlebihan, dan juga kurangnya proteksi pantai terhadap fenomena tsunami dan banjir pesisir yang tentunya sangat merugikan negara.

 

Related